Mendapatkan Permanent Residency (PR) di Jepang bukan sekadar soal sudah tinggal bertahun-tahun di Negeri Sakura. Ada banyak hal yang perlu dijaga, mulai dari pembayaran pajak, iuran pensiun, asuransi kesehatan, hingga kepatuhan terhadap aturan administrasi.
Mengapa hal ini penting? Status penduduk tetap memberikan keleluasaan tinggal dan bekerja di Jepang tanpa batasan aktivitas kerja seperti pada banyak status izin tinggal lainnya. Karena itu, proses penilaiannya mempertimbangkan riwayat hidup pemohon secara menyeluruh.
1. Bayar Pajak dan Iuran Tepat Waktu
Jangan hanya memastikan semua tagihan sudah lunas ketika hendak mengajukan PR. Riwayat pembayaran juga penting.
Pajak penduduk, pajak penghasilan, iuran pensiun, dan asuransi kesehatan publik merupakan kewajiban yang dapat diperiksa dalam proses penilaian. Keterlambatan pembayaran dapat memberikan penilaian negatif, meskipun tunggakan akhirnya dilunasi.
Karena itu, simpan bukti pembayaran dan pastikan kamu memahami tenggat waktunya. Jika mengabaikan kewajiban ini, pengajuan PR bisa menjadi lebih sulit karena riwayat ketidakpatuhan tetap dapat dipertimbangkan.
2. Jaga Penghasilan dan Kondisi Keuangan
Memiliki pekerjaan belum tentu otomatis memenuhi persyaratan ekonomi untuk PR. Imigrasi menilai apakah pemohon mampu mempertahankan kehidupan yang stabil dan tidak berisiko menjadi beban publik.
Penghasilan rumah tangga, jumlah tanggungan, aset, keterampilan, serta perkiraan kondisi keuangan ke depan dapat menjadi bahan penilaian. Karena itu, jangan hanya berfokus pada nominal gaji bulanan.
Jika penghasilan tidak stabil atau kondisi keuangan tidak memadai, permohonan bisa menghadapi kendala. Namun, tidak ada satu angka minimum yang menjamin semua pemohon pasti diterima.
3. Jangan Mengabaikan Administrasi Kecil
Pindah alamat, berganti perusahaan, atau memperbarui dokumen mungkin terlihat seperti urusan biasa. Namun, pemegang status tinggal tertentu memiliki kewajiban melaporkan perubahan sesuai ketentuan imigrasi.
Pelanggaran kewajiban pelaporan, tidak membawa kartu izin tinggal ketika diwajibkan, atau bekerja di luar aktivitas yang diizinkan dapat menjadi catatan negatif.
Karena itu, biasakan memeriksa kewajiban administrasi setiap kali ada perubahan pekerjaan atau tempat tinggal. Jangan menunggu sampai pengajuan PR baru mengecek apakah semua laporan sudah dilakukan.
4. Terlalu Lama Berada di Luar Jepang Bisa Menjadi Masalah
Hal ini cukup jarang dibicarakan. Pedoman PR yang direvisi pada Oktober 2026 menyebut bahwa ketidakhadiran selama enam bulan atau lebih dalam satu perjalanan tanpa alasan yang wajar, atau total dua tahun enam bulan atau lebih dalam periode 10 tahun yang dinilai, pada umumnya dapat dinilai negatif.
Bukan berarti setiap perjalanan panjang otomatis menggagalkan permohonan. Namun, jika kamu harus tinggal lama di luar Jepang karena pekerjaan atau keluarga, simpan bukti dan alasan yang jelas.
Jangan menganggap masa tinggal panjang di Jepang tetap aman tanpa memperhatikan berapa lama kamu benar-benar berada di luar negeri.
5. Pelajari Bahasa dan Aturan Kehidupan Jepang
Kemampuan bahasa Jepang dan pemahaman terhadap sistem serta aturan kehidupan di Jepang juga tercantum dalam pedoman terbaru. Alasannya sederhana: penduduk tetap diharapkan mampu menjalani kehidupan sosial secara mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan setempat.
Untuk pengajuan mulai 1 April 2027, pedoman baru akan diterapkan secara lebih luas, termasuk penilaian kemampuan bahasa Jepang sekitar tingkat B1 dengan sejumlah pengecualian. Jangan menganggap semua pemohon saat ini sudah wajib menyerahkan sertifikat JLPT tertentu karena ketentuan dan waktu penerapannya berbeda.
Kurangnya pemahaman aturan dapat menjadi pertimbangan negatif. Karena itu, pelajari bahasa, sistem administrasi, dan kebiasaan hidup di Jepang sejak awal.
6. Pahami Masa Tinggal dan Jalur yang Kamu Pilih
Secara umum, permohonan PR mensyaratkan masa tinggal 10 tahun berturut-turut di Jepang, termasuk setidaknya lima tahun dengan status tinggal yang memenuhi ketentuan pekerjaan atau tempat tinggal. Ada jalur khusus dengan persyaratan masa tinggal berbeda, misalnya bagi pasangan warga Jepang atau profesional berketerampilan tinggi.
Namun, tidak semua tahun tinggal dihitung dengan cara yang sama. Masa tinggal dengan status tertentu, termasuk pemagangan teknis dan Tokutei Ginou 1, memiliki batasan dalam perhitungan persyaratan status kerja untuk PR. Jadi, jangan menganggap mengikuti program magang otomatis mempercepat atau menjamin izin penduduk tetap di Jepang.
Selain itu, pedoman PR yang direvisi pada 1 Oktober 2026 memiliki penerapan bertahap. Ketentuan tertentu tentang penghasilan berlaku untuk pengajuan sejak 1 April 2026, sedangkan pedoman baru secara lebih luas berlaku untuk pengajuan mulai 1 April 2027.
Mulai Bangun Masa Depan di Jepang dengan Persiapan yang Tepat
Mendapatkan PR membutuhkan kepatuhan dan persiapan jangka panjang. Jika kamu baru berencana datang ke Jepang, fokuslah terlebih dahulu pada jalur yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan kariermu.
Program kerja Jepang dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan di Jepang. Jika kamu membutuhkan informasi dan pendampingan untuk mempersiapkan diri kerja di Jepang, konsultasikan rencanamu dengan Ayaka Jossei Center sekarang juga!.
Bila mampu memahami aturan status Permanent Residency Jepang sejak awal, kamu bisa merencanakan masa depan dengan lebih matang. Pada akhirnya, mendapatkan Permanent Residency di Jepang membutuhkan lebih dari sekadar waktu tinggal, yaitu kepatuhan, kestabilan hidup, dan persiapan yang konsisten.
Kredit Gambar: Stefan Szankowski/Unsplash